Translate

Senin, 24 September 2012

SAP senam kaki diabetik

SATUAN ACARA PENYULUHAN


Masalah                       : Kurangnya pengetahuan tentang senam kaki diabetic
Pokok bahasan            : Senam kaki diabetik
Sub pokok bahasan     : cara melakukan senam kaki diabetik
Sasaran                        : Klien dengan atau tanpa Diabetes Melitus
Tanggal                       : 10 Maret 2012
Waktu                         : 15 menit
Tempat                        : RSU DR.SAIFUL ANWAR MALANG

1.      Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan sasaran mampu memahami dan mempraktekkan senam kaki diabetic.

2.      Tujuan Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan sasaran dapat :
a)      Menjelaskan kembali manfaat senam kaki diabetik
b)      Mampu mengingat dan melaksanakan senam kaki diabetik
c)      Peserta mengungkapkan yang dirasakan setelah melakukan senam kaki diabetik.

3.      Materi Penyuluhan
a)      Pengertian senam kaki diabetik.
b)      Manfaat senam kaki diabetik.
c)      Langkah-langkah melakukan senam kaki diabetik.

4.      Kegiatan Belajar-Mengajar
No.
FASE
KEGIATAN PENYULUH
KEGIATAN PESERTA
WAKTU
1.
Pra Interaksi
·       Menyiapkan Satuan Acara Penyuluhan & bahan untuk leaflet.
·       Menentukan kontrak waktu & materi dengan para peserta satu hari sebelum penyuluhan dilakukan.

3 menit
2.
Kerja

·       Membuka kegiatan dengan mengucapkan salam.
·       Memperkenalkan diri
·       Menjelaskan tujuan dari penyuluhan
·       Menyebutkan materi yang akan diberikan.
·       Menggali pengetahuan tentang senam kaki diabetik
·       Menjelaskan tentang pengertian senam kaki diabetik.
·       Memberi kesempatan kepada ibu/ bapak untuk mengajukan pertanyaan kemudian didiskusikan bersama & menjawab pertanyaan.
·       Memberikan leaflet senam kaki diabetik.
·          Menjawab salam

·         Mendengarkan
·         Memperhatikan

·         Memperhatikan

·         Memperhatikan

·         Memperhatikan

·         Bertanya dan menjawab pertanyaan yang diajukan.


·         Memperhatikan
1 menit

1 menit
1 menit

1 menit

2 menit


10 menit


10 menit
3.
Evaluasi :

·       Menanyakan kepada peserta tentang materi yang telah diberikan, dan reinforcement kepada ibu  yang dapat menjawab pertanyaan.
·         Menjawab pertanyaan
10 menit
4.
Terminasi :

·       Mengakhiri pertemuan & mengucapkan terimakasih atas partisipasi ibu/bapak.
·       Menyimpulkan bersama
·       Mengucapkan salam penutup
·         Mendengarkan


·         Mendengarkan
·         Menjawab salam
5 menit

5.      Media
Media              : leaflet dan banner

6.      Pengorganisasian
1        Pembawa Acara          : Novandy W
2        Pembicara                    : Nur Sularwati
3        Fasilitator                    : Ratna Meyda Kusumawati
4        Observer                      : Prio Latiful A
7.      Evaluasi
-       Peserta mampu menyebutkan manfaat senam kaki diabetic
-       Peserta mampu mengingat gerakan senam kaki diabetic
-       Peserta mengungkapkan perasaannya setelah melakukan senam kaki diabetik






















SENAM KAKI DIABETIK


1.   Pengertian
Senam kaki adalah kegiatan atau latihan yang dilakukan oleh pasien diabetes melitus untuk mencegah terjadinya luka dan membantu melancarkan peredaran darah bagian kaki. (S,Sumosardjuno,1986)
Senam kaki dapat membantu memperbaiki sirkulasi darah dan memperkuat otot-otot kecil kaki dan mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki. Selain itu dapat meningkatkan kekuatan otot betis, otot paha, dan juga mengatasi keterbatasan pergerakan sendi. (www.diabetesmelitus.com)

2. Tujuan
a. Memperbaiki sirkulasi darah
b. Memperkuat otot-otot kecil
c. Mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki
d. Meningkatkan kekuatan otot betis dan paha
e. Mengatasi keterbatasan gerak sendi

3. Indikasi dan Kontraindikasi
a. Indikasi
Senam kaki ini dapat diberikan kepada seluruh penderita Diabetes mellitus dengan tipe 1 maupun 2. Namun sebaiknya diberikan sejak pasien didiagnosa menderita Diabetes Mellitus sebagai tindakan pencegahan dini.
b. Kontraindikasi
1) Klien mengalami perubahan fungsi fisiologis seperti dipsnu atau nyeri dada.
2) Orang yang depresi, khawatir atau cemas.

4. Hal yang Harus Dikaji Sebelum Tindakan
a. Lihat Keadaan umum dan keadaran pasien
b. Cek tanda-tanda Vital sebelum melakukan tindakan
c. Cek Status Respiratori (adakan Dispnea atau nyeri dada)
d. Perhatikan indikasi dan kontraindiikasi dalam pemberian tindakan senam kaki tersebut

e. Kaji status emosi pasien (suasanan hati/mood, motivasi)

5. langkah – langkah melakukan senam kaki diabetic
a. Persiapan Alat : Kertas Koran 2 lembar, Kursi (jika tindakan dilakukan dalam posisi duduk), hanskun.
b. Persiapan Klien : Kontrak Topik, waktu, tempat dan tujuan dilaksanakan senam kaki
c. Persiapan lingkungan : Ciptakan lingkungan yang nyaman bagi pasien, Jaga privacy pasien

Prosedur Pelaksanaan :
1) Perawat cuci tangan
2) Jika dilakukan dalam posisi duduk maka posisikan pasien duduk tegak diatas bangku dengan kaki menyentuh lantai








3) Dengan Meletakkan tumit dilantai, jari-jari kedua belah kaki diluruskan keatas lalu dibengkokkan kembali kebawah seperti cakar ayam sebanyak 10 kali





4) Dengan meletakkan tumit salah satu kaki dilantai, angkat telapak kaki ke atas. Pada kaki lainnya, jari-jari kaki diletakkan di lantai dengan tumit kaki diangkatkan ke atas. Cara ini dilakukan bersamaan pada kaki kiri dan kanan secara bergantian dan diulangi sebanyak 10 kali.




5) Tumit kaki diletakkan di lantai. Bagian ujung kaki diangkat ke atas dan buat gerakan memutar dengan pergerakkan pada pergelangan kaki sebanyak 10 kali.





6) Jari-jari kaki diletakkan dilantai. Tumit diangkat dan buat gerakan memutar dengan pergerakkan pada pergelangan kaki sebanyak 10 kali.

7) Angkat salah satu lutut kaki, dan luruskan. Gerakan jari-jari kedepan turunkan kembali secara bergantian kekiri dan ke kanan. Ulangi sebanyak 10 kali.
8) Luruskan salah satu kaki diatas lantai kemudian angkat kaki tersebut dan gerakkan ujung jari kaki kearah wajah lalu turunkan kembali kelantai.
9) Angkat kedua kaki lalu luruskan. Ulangi langkah ke 8, namun gunakan kedua kaki secara bersamaan. Ulangi sebanyak 10 kali.
10)Angkat kedua kaki dan luruskan,pertahankan posisi tersebut. Gerakan pergelangan kaki kedepan dan kebelakang.
11) Luruskan salah satu kaki dan angkat, putar kaki pada pergelangan kaki , tuliskan pada udara dengan kaki dari angka 0 hingga 10 lakukan secara bergantian.



12) Letakkan sehelai koran dilantai. Bentuk kertas itu menjadi seperti bola dengan kedua belah kaki. Kemudian, buka bola itu menjadi lembaran seperti semula menggunakan kedua belah kaki. Cara ini dilakukan hanya sekali saja
· Lalu robek koran menjadi 2 bagian, pisahkan kedua bagian koran.
· Sebagian koran di sobek-sobek menjadi kecil-kecil dengan kedua kaki
· Pindahkan kumpulan sobekan-sobekan tersebut dengan kedua kaki lalu letakkan sobekkan kertas pada bagian kertas yang utuh.
· Bungkus semuanya dengan kedua kaki menjadi bentuk bola

7. Hal yang Harus di Evaluasi Setelah Tindakan
a. Pasien dapat menyebutkan kembali pengertian senam kaki
b. Pasien dapat menyebutkan kembali 2 dari 4 tujuan senam kaki
c. Pasien dapat memperagakkan sendiri teknik-teknik senam kaki secara mandiri


DAFTAR PUSTAKA

Smeltzer, Suzzanne C.2001.Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth Ed.8.Jakarta: EGC.

Noer, Sjaifoellah.1996.Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid 3.Jakarta: FKUI.

S,Sumosardjuno.1986.Manfaat dan macam olahraga bagi penderita diabetesd melitus.Bandung.

www.wikipedia.com

www.diabetesmelitus.com

http://senam-kaki-diabetes-melitus.html

Minggu, 23 September 2012

SOP Gownibg



STANDART OPERATING PROCEDURE
GOWNING

PRODI D IV KEP.
MALANG
GOWNING


NO. DOKUMEN

NO. REVISI
HALAMAN
PROTAP
TANGGAL
DITETAPKAN
DITETAPKAN OLEH
KAPRODI D IV KEP. MALANG


Pengertian
Tindakan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti cap, masker, sepatu/sandal, baju kamar operasi dan baju steril.
Indikasi
Melindungi diri dari percikan darah, dll
Tujuan
Untuk menjamin keselamatan pasien intra-opratif
Petugas
Mahasiswa perawat perioperatif
Pengkajian
Gaun operasi dalam keadaan steril.
Persiapan alat
Gaun steril
Prosedur
       Mencuci tangan (scrubbing)
       Mengambil baju dengan cara memegang baju pada bagian leher bagian dalam baju dengan tangan kiri sementara tangan kanan diangkat setinggi bahu.
       Memasukkan tangan kanan dengan posisi membentang ke lubang lengan baju berikutnya tanpa menyentuh bagian luar baju.
       Perawat yang memakai baju streril melangkah maju kemudian tali baju yang ada pada bagian leher dibelakang ditarik oleh asisten yang tidak menggunakan baju steril tanpa menyentuh depan baju,talikan dengan kuat tapi menggunakan simpul yang sederhana agar mudah saat dilepas.
Hal-hal yang perlu diperhatikan
Tim operasi yang sudah memakai baju steril bila berdekatan dengan orang yang tidak memakai baju steril harus segera membelakangi orang tersebut, sementara jika berdekatan dengan tim operasi yang sudah memakai baju steril harus saling berhadapan (baju bagian depan steril dan bagian belakang dianggap tidak steril).
Referensi
Admin. 2012. Surgical Asepsis “(Teknik Tanpa Singgung, Scrubbing, Gowning, Gloving)